Kamis, 07 Juni 2018

Akhir Mei 2018, Penerimaan Negara dari Hulu Migas Capai US$ 6,9 Miliar

Wisnu Prabawa Taher. Kepala Divisi
Program dan Komunikasi SKK Migas
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Penerimaan negara dari sektor hulu migas sampai akhir Mei 2018 mencapai US$ 6,9 milliar. Jumlah tersebut sekitar 58% dari target APBN 2018 yang sebesar US$ 11,9 milliar.

Dikatakan oleh Wisnu Prabawa Taher, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, pencapaian positif tersebut didukung oleh faktor harga minyak tinggi jika dibandingkan dengan harga minyak pada asumsi APBN. 

"Kalau kita melihat target harga minyak di APBN 2018 sebesar US$ 48 per barel, sementara realisasi rata-rata harga minyak itu sudah di kisaran US$ 65 per barel," kata Wisnu dalam acara buka puasa bersama SKK Migas dengan wartawan di Pisa Kafe, Menteng, Jakarta, Rabu (06/06).

Sementara untuk pencapaian lifting migas sampai akhir 2018, diungkapkan Wisnu, mencapai 1.916 ribu BOEPD, atau 96% dari target APBN 2018 yang sebesar 2.000 ribu BOEPD. Rinciannya, untuk realisasi lifting minyak bumi sebesar 758 ribu BOPD, atau 95% dari target APBN 2018 sebesar 800 ribu BOPD. Sementara untuk realisasi lifting gas bumi sebesar 1.158 ribu BOEPD, atau 97% dari target APBN 2018 yang sebesar 1.200 ribu BOEPD. 

Ditambahkan Wisnu, dari sisi pengembalian biaya operasi (Cost Recovery), sampai akhir Mei 2018 tercatat sebesar US$ 4,7 miliar, atau 47% dari Target APBN 2018 yang sebesar US$ 10,1 milliar. 

Sementara untuk investasi hulu migas baik eksplorasi maupun eksploitasi sampai akhir Mei 2018 mencapai US$ 3,7 miliar, atau 26% dari target 2018 sebesar yang sebesar US$ 14,2 miliar. 

"Memang ini masih relatif rendah, tapi ini juga dikarenakan masih awal-awal tahun di mana program-program masih menunggu jadwal untuk on stream. Karena belum terjadi, jadi biaya investasinya belum kita catat. Kami prediksi mudah-mudahan di semester kedua, untuk kegiatan pengembangan, pemboran, dan lain-lain, bisa lebih gencar dibandingkan semester satu sehingga target investasi kita bisa tercapai," paparnya. RH