Selasa, 05 Juni 2018

Beban Puncak Listrik Lebaran Diperkirakan Turun 30 Persen

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Pihak PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) memperkirakan beban puncak sistem kelistrikan selama masa hari raya Idul Fitri nanti akan turun sekitar 30%. 

"Untuk Jawa-Bali biasanya 25.000 (MW), nanti estimasi kita hanya 15.000-16.000 (MW)," kata Haryanto WS, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat PLN kepada wartawan selepas acara buka puasa bersama di kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (05/06).

Demikian pula beban puncak listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan juga akan turun sekitar 30%, dari 5.000 MW menjadi sekitar 3.000 MW pada masa Lebaran.

Kendati demikian, disambung oleh Haryanto, tim PLN selalu stand by selama 24 jam guna menjaga pasokan listrik selama masa Lebaran. "PLN stand by 24 jam, tidak libur, tidak tidur, lembur terus, sehingga listrik bisa aman," jelas Haryanto.

Ditambahkan olehnya, beberapa penggunaan listrik yang diprioritaskan diamankan selama masa Lebaran nanti adalah listrik untuk rumah ibadah, rumah sakit, tempat-tempat liburan, lampu-lampu lalu lintas, sampai pos-pos polisi.

Untuk jumlah tenaga yang diturunkan menjaga keamanan listrik selama masa Lebaran, diungkapkan Haryanto, PLN mempersiapkan sampai 20.000 orang di seluruh wilayah Indonesia. "Kalau di Jakarta sekitar 1.000 orang yang diturunkan," jelasnya. 

Dengan sekitar 1.000 tenaga PLN yang diturunkan, pihak PLN Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) menggaransi bahwa pasokan listrik di Jakarta selama masa libur Lebaran akan terjaga aman. 

"Dari sistem Jawa-Bali, kita punya cadangan kurang lebih 8.000 MW, itu dalam kondisi normal dan dipasok dari delapan sub sistem. Jadi Jakarta ini sistem kelistrikan yang paling handal menurut saya," jelas M. Ikhsan Asaad, General Manager PLN Disjaya, dalam kesempatan yang sama. RH