Jumat, 08 Juni 2018

Pertamina dan Polri Bersinergi Jaga Kelancaran Arus Mudik

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- PT Pertamina (Persero) akan bersinergi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) serta instansi terkait lainnya guna memperlancar arus mudik lebaran sekitar 18 juta pemudik yang puncaknya diperkirakan terjadi pada 8-9 Juni 2018. Berkaca pada tragedi Tol Brexit di tahun 2016, Pemerintah ingin penanganan arus mudik dan balik lebaran yang lebih tertib pada tahun 2017 dapat menjadi lebih baik lagi pada tahun 2018 ini.

Dikatakan oleh Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito, pihaknya siap mendukung kelancaran mudik dengan menyediakan dan menjamin pasokan BBM, khususnya di jalur mudik. "Dalam mudik tahun ini semuanya akan lebih kompak kerja timnya dari Pertamina, Polri, Kemenhub dan lain-lain," kata Adiatma dalam diskusi bertajuk "Kesiapan Menghadapi Mudik Lebaran Dalam Rangka Mewujudkan Kamseltibcarlantas" yang diadakan di Hotel 88, Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (07/06).

Adiatma mengungkapkan bahwa Pertamina sudah menyiapkan stok BBM dan gas sejak tiga bulan yang lalu sehingga dijamin aman. Kendati demikian, faktor kunci terpenuhinya BBM dan gas untuk masyarakat pengguna pada masa mudik lebaran adalah distribusi. Jadi persoalan distribusi harus sangat diantisipasi agar kejadian Tol Brexit tahun 2016 tak terulang kembali.

"Success story-nya tahun lalu akan kita ulang kembali. Peran paling besar menurut kami itu dari Kepolisian yang tahun lalu  betul-betul luar biasa. Belajar dari tahun 2016, kemacetan terjadi kemudian suplai BBM enggak bisa masuk. Nah kalau 2017 kemarin kita (petugas Pertamina) bisa dikawal (oleh Kepolisian agar motoris BBM Pertamina bisa salurkan BBM di jalan tol). Motor enggak bisa masuk tol tapi bisa dengan dikawal polisi," ucapnya.

Untuk stok BBM dan LPG, Adiatma memaparkan bahwa ketahanan stok LPG rata-rata sekitar 17 hari, minyak tanah 62 hari, Premium 27 hari, Pertalite 21 hari, Pertamax 20 hari, dan Pertamax Turbo 38 hari. Lalu untuk ketahanan stok Solar rata-rata sekitar 24 hari, Dexlite 27 hari, Pertamina Dex 47 hari dan Avtur 28 hari. Ia menambahkan, akan ada pertumbuhan konsumsi BBM pada masa mudik lebaran tahun ini yaitu sebesar 15 persen. Sementara perkiraan jumlah pemudik akan meningkat sekitar 11-13 persen dibandingkan tahun 2017.

Pertamina pun akan menjamin pasokan BBM tetap lancar terutama di jalur macet. Karena itu, dikatakan Adiatma, Pertamina telah menyiagakan sebanyak 200 unit motor yang akan menyalurkan BBM dalam kemasan. Jumlah armada tersebut jauh lebih banyak dibanding armada tahun 2017 yang sebanyak 83 unit. Selain itu, mobil dispenser Pertamina juga ditambah menjadi 20 unit dari sebelumnya hanya 9 unit. "Mobil dispenser ini adalah mobil yang menyediakan BBM, nanti akan kita tempatkan di rest area yang tidak ada SPBU," jelas Adiatma.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, menekankan dalam momen mudik lebaran tahun ini pihak Kepolisian akan fokus untuk memaksimalkan pengamanan dari suplai dan stabilisasi harga pangan, mendukung keamanan arus mudik termasuk menjaga keamanan dari kejahatan dan aksi terorisme. 

Setyo meminta masyarakat agar jadwal mudiknya tidak terkonsentrasi pada tanggal 8-9 Juli 2018. Panjangnya masa liburan lebaran pada tahun ini memungkinkan pemudik mengatur perjalanan mudiknya agar terhindar dari kepadatan arus mudik. "Satu hal yang menurut saya adalah nilai tambah saat ini adalah libur cukup panjang. Sehingga masyarakat bisa memilih, kalau mau pulang hari Jumat boleh atau habis sahur Sabtu juga boleh, atau bahkan Minggu dan Senin juga masih ada waktu yang cukup panjang," ujarnya. RH