Kamis, 26 Juli 2018

Semester I 2018, Produksi Migas Premier Oil Turun 5,5%


Hasil gambar untuk premier oilJakarta, OG Indonesia-- Produksi minyak dan gas bumi (migas) Premier Oil selama Semester I tahun 2018 turun dari tahun lalu periode yang sama. Salah satu penyebabnya adalah aksi korporasi berupa pelepasan hak kelola di wilayah kerja.



Mengacu situs resmi Premier produksi migas sejak awal Januari hingga akhir Juni 2018 rata-rata sebesar 13,5 ribu barel setara minyak per hari (bsmph). Padahal periode yang sama tahun lalu bisa mencapai 14,3 ribu bsmph.

Penurunan produksi itu karena Premier melepas hak kelolanya di Blok Kakap, perairan Natuna. Premier melepas 18,75% hak kelolanya kepada Batavia Oil di Blok Kakap dengan nilai transaksi mencapai US$ 3,2 juta. "Produksi turun dari periode yang sama dari sebelumnya yang mencerminkan penjualan hak kelola Premier di Blok Kakap," dikutip Rabu (25/7).

Tak hanya karena melepas Blok Kakap,penurunan produksi Premier selama enam bulan terakhir ini juga dipengaruhi oleh penurunan permintaan gas dari Singapura. Ini karena terdapat proses fase ulang pemeliharaan pembeli akhir yang dilakukan Premier di semester I 2018.

Meski melepas aset tersebut, Premier masih memiliki hak kelola di beberapa blok migas seperti Natuna Sea Block A dan Blok B. Kedua blok ini lah yang menopang produksi perusahaan asal Inggris tersebut.

Premier memetakan sejumlah rencana kerja tahun ini di sejumlah blok migasnya. Salah satunya melakukan seismik 3 dimensi (3D) sepanjang 2.000 km persegi di Blok Andaman II Aceh.

Ini sebagai tindaklanjut Premier menunaikan komitmen pastinya setelah berhasil memenangkan lelang blok tersebut tahun lalu. Kontraktor Andaman II juga akan mengerjakan beberapa kegiatan di tiga tahun pertama dengan total investasi senilai US$ 7,550 juta.