Kamis, 19 Juli 2018

SKK Migas Dukung Rencana Pelepasan Aset Hulu Pertamina

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- SKK Migas mendukung keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberikan kepada PT Pertamina (Persero) untuk mengambil langkah-langkah strategis korporasi termasuk sharedown asset atau pelepasan aset di sektor hulu migas.

SKK Migas menyampaikan bahwa kebijakan Menteri BUMN tentunya sudah melalui pertimbangan yang matang dan menjadi jalan terbaik. "Kami berharap langkah ini dapat meningkatkan kinerja Pertamina khususnya di wilayah kerja hulu migas di Indonesia yang di tangani oleh Pertamina, serta secara signifikan dapat mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi nasional," kata Wisnu Prabawa Taher, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas dalam keterangan resminya, Kamis (19/07).

SKK Migas juga berharap, melalui langkah strategis ini Pertamina dapat melakukan upaya yang lebih agresif dalam eksplorasi mencari cadangan hulu migas yang baru, dan lebih efisien dalam melaksanakan program kerja di hulu migas.


Pihak Pertamina sendiri menegaskan rencana pelepasan aset Pertamina yang diusulkan kepada Pemerintah selaku Pemegang Saham, merupakan bagian dari rencana bisnis guna meningkatkan kinerja portofolio bisnis Pertamina ke depan.

Adapun rencana pelepasan aset yang 100 persen merupakan milik Pertamina tersebut, telah diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan. Berdasarkan AD/ART, untuk melakukan pelepasan aset perlu dilakukan kajian yang komprehensif serta diputuskan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito menyatakan surat yang diusulkan Pertamina kepada Pemerintah masih berupa ijin prinsip, yakni perijinan kepada Pemegang Saham untuk melakukan kajian atas rencana-rencana aksi korporasi strategis Pertamina. 

“Ini prosesnya masih panjang. Apabila memang perlu dilakukan, harus mendapat persetujuan dari Pemegang Saham, yakni Pemerintah,” jelasnya, Kamis (19/07) dalam keterangan tertulisnya.

Adiatma menambahkan, pelepasan aset sebagai upaya menyehatkan portfolio investasi, sehingga Pertamina tidak memiliki kecondongan risiko pada satu aset tertentu.  “Seperti pepatah don’t put your eggs in one basket, dimana kita meminimalkan risiko berdasarkan kajian bisnis dan legal yang telah dilakukan dengan cermat,” ucapnya.

Langkah tersebut, bisa memberi peluang bagi Pertamina untuk mengundang strategic partner yg memiliki keunggulan dalam teknologi dan bisnis di bidang energi.
Untuk pelaksanaannya, Pertamina akan tetap mempertahankan kendali dalam bisnis tersebut dan penilaian aset akan dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat yang sebesar-besarnya untuk Pertamina dan Negara.

“Dengan menggandeng mitra bisnis yang tepat, kita bisa mendapatkan nilai tambah, baik dari segi teknologi, perluasan pasar dan networking bisnis, dengan mempertahankan kendali bisnis, dan ini sesuatu yang lumrah dalam bisnis korporasi," tambahnya.

Dalam menghadapi tekanan, menurut Adiatma, Pertamina akan terus melakukan upaya perbaikan kinerja fundamental dan juga menempuh berbagai inovasi seperti PertaShop. “Dengan keseluruhan langkah tersebut, Pertamina berharap untuk jangka panjang kondisi keuangan tetap terjaga apalagi dengan adanya dukungan Pemerintah,” pungkas Adiatma. RH