Selasa, 14 Agustus 2018

BPH Migas: Penyalur BBM di Maluku Tenggara Barat Masih Sangat Kurang

M. Lobo Balia, Anggota
Komite BPH Migas
Maluku Tenggara Barat, OG Indonesia -- Dalam kunjungannya ke Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku, Anggota Komite BPH Migas M. Lobo Balia menemukan fakta bahwa infrastruktur penyalur BBM di daerah tersebut masih sangat minim.

Di Kabupaten Maluku Tenggara Barat baru terdapat 5 Penyalur BBM yang terdiri dari 3 SPBU Reguler, 1 SPBU Kompak, dan 1 SPBU Nelayan.

"Jumlah ini dirasa masih sangat kurang yang berimbas pada ketersediaan dan pendistribusian BBM di Maluku," kata Lobo dalam acara Sosialisasi Implementasi Sub Penyalur dalam Rangka Percepatan Penerapan BBM 1 Harga Secara Nasional di Saumlaki, Selasa (14/08).

Lobo mengatakan bahwa keberadaan Sub Penyalur menjadi penting jika berbicara tentang bagaimana menjamin ketersediaan dan pendistribusian BBM bagi masyarakat hingga ke pelosok daerah di Indonesia, khususnya untuk daerah Indonesia Timur dengan infrastruktur BBM yang masih minim.

Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Piterson Rangkoratat, menegaskan bahwa yang paling penting di daerah 3T adalah tentang ketersediaan dan pendistribusian BBM. 

"Karena itu pihak Pemda selalu berusaha keras untuk memastikan agar masyarakat di Kepulauan Maluku dan lebih khusus lagi daerah Maluku Tenggara Barat dapat selalu terjamin ketersediaan BBM-nya," ucap Peterson.

Sementara itu Anggota Komisi VII DPR RI Mercy Barend mengatakan bahwa pihak DPR juga terus menyampaikan kepada Pemerintah dan Pertamina agar dapat membangun Depot BBM secara khusus di Maluku Tenggara Barat. 

"Dalam waktu dekat ini direncanakan akan diresmikan 1 Penyalur BBM Satu Harga yang akan dibangun di Desa Batu Putih," ungkap Mercy. RH