Rabu, 19 September 2018

Konservasi Energi Jaga Suplai Energi Jangka Panjang

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Sebagai tulang punggung ekonomi, sektor energi sangat krusial perannya dalam mendukung pembangunan nasional. Hanya saja, cadangan energi Indonesia terutama dari energi fosil yang saat ini cadangannya kian menipis.

Hal tersebut disampaikan oleh Rida Mulyana, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) saat membuka acara "2nd Indonesia Energy Efficiency and Conservation Conference & Exhibition (IEECCE) 2018" yang diselenggarakan oleh  Masyarakat Konservasi & Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (18/09).

Menurut Rida, pengembangan energi baru dan terbarukan untuk menggantikan energi berbasis fosil seperti minyak, gas bumi dan batubara menjadi sangat penting. Tak kalah pentingnya juga implementasi dari konservasi energi agar sumber energi yang ada bisa terjaga.


"Efisiensi dan konservasi energi akan menjadi 'bahan bakar dasar' untuk menggenjot produktivitas, menjaga suplai energi jangka panjang, dan juga mendukung perjuangan untuk memitigasi efek dari perubahan iklim," ucap Rida. 


Karena itu Rida mengapresiasi diselenggarakannya IEECCE 2018 yang tahun ini mengangkat tema "Tranformasi Energi Global: Mengubah Industri, Pergedungan, dan Mobilitas Menuju Keberlangsungan."


Jon Respati, Ketua Umum MASKEEI, mengatakan dalam event IEECCE 2018 yang berlangsung dua hari akan fokus mengupas permasalahan energi dari tiga sektor ekonomi yaitu industri, bangunan, dan transportasi.


"Kami berharap event ini akan menginspirasi para stakeholder untuk mengambil langkah nyata terkait efisiensi energi guna memperbaiki produktivitas dan berkontribusi menjaga lingkungan dengan mengurangi jejak karbon dari penggunaan bahan bakar fosil," papar Jon. RH