Senin, 24 September 2018

Terapkan Industri 4.0, Indonesia Bisa Masuk 10 Negara Industri Besar Dunia

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Indonesia dapat menjadi salah satu dari 10 negara industri terbesar di dunia jika industrinya berhasil menyesuaikan diri dengan revolusi industri ke 4 yang tengah melanda dunia kini. 

"Revolusi industri ke 4 ini bisa kita manfaatkan agar jadi 10 negara industri terbesar di dunia serta kembali jadi negara net exporter lagi," kata Sony Sulaksono, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual Kementerian Perindustrian dalam acara roadshow "Industrial Transformation Asia-Pacific, di Jakarta, Senin (24/09).

Seperti kita tahu, industri-industri di dunia kini memasuki era baru yaitu industri 4.0 yang digerakkan oleh teknologi digital seperti big data dan data analitik, Internet of Things (IoT), sampai teknologi robotik. 

Pemerintah Indonesia sendiri lewat Kementerian Perindustrian telah mencanangkan program Making Indonesia 4.0 untuk lima sektor industri yaitu food & beverages, tekstil, otomotif, elektronik, dan chemical.  

"Pemanfaatan teknologi dari revolusi industri 4.0 akan berimbas pada meningkatnya produktivitas kerja, meningkatkan efisiensi, namun tetap menjaga mutu produk yang dihasilkan," papar Sony.  

Sementara itu, industri logam dan mesin di Indonesia ternyata masih mempertanyakan posisi mereka berada dalam tahapan industri di dunia. Dikatakan oleh Plt Ketua Umum Gabungan Asosiasi Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) Djoko Wiyono, mengakui bahwa pihaknya belum masuk ke industri 4.0. "Posisi industri yang ada di Gamma masih ada di revolusi industri ke 2 dan ke 3," ucap Djoko dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya agar industri logam dan mesin juga bisa masuk ke industri 4.0 maka harus mulai dipersiapkan jalannya oleh semua pihak. "Harus ada kolaborasi, tidak hanya swasta, tapi juga regulator," tegas Djoko. RH