Senin, 03 September 2018

Zambia Perkenalkan Pusat Sains dan Teknologi Nuklir, Indonesia Bisa Menyusul


Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Pada tanggal 6 Agustus lalu, Pameran Pertanian dan Komersial tahunan ke-92 ditutup di Lusaka, Zambia, setelah diselenggarakan selama enam hari. Acara ini secara resmi dibuka oleh Presiden Zambia, Edgar Lungu, yang menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.

Prediksi Zambia mencatat bahwa tema tersebut secara langsung sejalan dengan aspirasi pemerintah yang dianut dari Kebijakan Pertanian Nasional Kedua (SNAP) negara tersebut yaitu memiliki sektor pertanian yang efisien, kompetitif dan berkelanjutan yang menjamin keamanan pangan dan gizi, meningkatkan peluang kerja dan pendapatan.

Kementerian Pendidikan Tinggi Zambia bekerja sama dengan Perusahaan Energi Atom Negara Bagian Rusia, ROSATOM, membuka stan informasi khusus mengenai Pusat Sains dan Teknologi Nuklir (CNST) masa depan di Zambia. Perwakilan dari ROSATOM dan Sekretariat Interim Zambia tentang Sains dan Teknologi Nuklir (ISNST), yang dibentuk oleh pejabat senior dari berbagai Kementerian dan lembaga pemerintah, menjelaskan spesifikasi dan manfaat fasilitas nuklir masa depan kepada ribuan pengunjung yang hadir di pameran tersebut.

Adapun Stan tersebut menyediakan informasi mengenai teknologi nuklir kepada publik yang dibuat untuk membantu Zambia berkembang dan diberdayakan secara ekonomiseperti teknologi iradiasi makananpengobatan nuklir (yang sudah diimplementasikan di Rumah Sakit Kanker), materi sainsproduksi radioisotop dan teknik identifikasi mineralMateri-materi tersebut disiapkan oleh ROSATOM, ISNST dan Agensi Energi Atom Internasional (IAEA).

Dmitri Shornikow, CEO dari Rosatom Pusat dan Afrika Selatan, menjelaskan mengenai keuntungan dari pusat riset nuklir tersebut di masa depan dan menyampaikan pentingnya mengedukasi publik mengenai manfaat pusat riset  tersebut.

"Sangatlah penting bagi penduduk Zambia untuk memahami bahwa pusat nuklir tersebut akan memberdayakan pertanian, pengobatan dan industri di masa yang akan datang. Terima kasih kepada aplikasi luas dari teknologi radiasi. CNST juga akan terus mendorong pertumbuhan pendidikan dan sains nasional melalui pelatihan para ahli yang berkualifikasi tinggi di berbagai bidang.  Hal ini menandakan batu loncatan baru untuk pertumbuhan ilmiah, ekonomi dan teknologi Zambia. Fasilitas serupa telah berkontribusi di lebih dari 50 negara di seluruh dunia selama lebih dari 60 tahun. Saat ini, telah ada 245 reaktor riset kerja yang beroperasi di dunia dengan 58 unit yang beroperasi di Rusia," paparnya.

Beralih ke tanah air, Indonesia pun telah memiliki beberapa fasilitas yang berhubungan dengan nuklir dan telah beroperasi. Badan Tenaga Nuklir Nasional atau BATAN – saat ini mengoperasikan tiga reaktor riset d Jakarta (30 MW), Bandung, dan di Yogyakarta (100 kW). BATAN juga merupakan salah satu institusi di dunia yang ditunjuk oleh International Atomic Energy Agency (IAEA) untuk menjadi pusat kolaboratif untuk dua lingkup kegiatan, yaitu pengujian non-destruktif dan pemuliaan tanaman. 

Meskipun belum ada pusat resmi untuk ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir, Kawasan Industri Buluminung di Kalimantan Timur tengah dipersiapkan untuk fasilitas semacam itu, yang tentunya ke depannya Indonesia dapat menyusul untuk meningkatkan fasilitas penelitian nuklirnya. RH