Kamis, 11 Oktober 2018

Sewa Crane Meningkat, SKRN Bidik Sektor Migas dan Infrastruktur


Jakarta, OG Indonesia-- PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) menargetkan kontrak baru sebesar US$ 100 juta atau Rp 1,5 triliun (kurs Rp 15 ribu/US$) hingga 2021 mendatang. Kontrak tersebut berasal dari beragam sektor yakni minyak dan gas (migas), infrastruktur dan pertambangan.



Direktur Utama perseroan Tandiono Tan mengatakan hingga saat ini SKRN telah mendapatkan US$ 40 juta dari nilai target kontrak tersebut.

"Yang US$ 40 juta pelanggan existing ada, yang baru juga berarti masih kurang US$ 60 juta untuk 3 tahun kedepan. Semua kontrak itu dari industri ya ada yang dari infrastruktur itu pemerintah, lalu mining dari pabrik kimia, lalu migas jadi hampir merata," ujarnya di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/10/18).


Ia menambahkan, saat ini porsi kotrak yang dimiliki sekitar 30% berasal dari proyek-proyek pemerintah. Sedangkan sisanya berkisar 10% hingga lebih berasal dari institusi swasta.

Dengan perolehan kontrak baru dan target ini, perseroan memperkirakan pendapatan pada 2018 senilai Rp 600 miliar dengan target laba bersih senilai Rp 100 miliar - Rp 120 miliar.

"Target pendapatan tahun ini naik 25% dari 2017 yakni Rp 480 miliar. Untuk tahun 2019 kami menargetkan pendapatan tumbuh 20% menjadi Rp 720 miliar. Hal ini didorong dengan kuatnya permintaan sewa crane dari," tambahnya.

Sedangkan untuk tahun ini perseroan mengalokasikan anggaran belanja modal senilai Rp 600 miliar atau masih sama dengan tahun lalu. capex ini akan digunakan untuk membeli crane dan alat berat lainnya.

"Bisa dari kas internal, pinjaman kami juga banyak. Untuk beli alat tidak pasti nilai dan targetnya berapa karena lihat kondisi permintaan namun, SKRN menargetkan menambah 40 unit crane baru," ujar Tandiono.

Selain itu, dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) senilai Rp 270 miliar, sekitar 50% untuk pembayaran uang muka pembelian alat berat/crane, serta 25% untuk pelunasan utang bank dan leasing dan sisanya untuk modal kerja perusahaan.

Sebagai tambahan informasi, hingga saat ini perseroan memiliki 90 unit crane berkapasitas angkut di bawah 100 ton, 31 unit crane berkapasitas 100-199 ton dan 28 unit crane berkapasitas 200-750 ton.