Jumat, 23 November 2018

Apresiasi Mitra Kerja, Universitas Pertamina Gelar Malam Penghargaan

Jakarta, OG Indonesia -- Sebagai perguruan tinggi yang memiliki visi untuk menjadi universitas kelas dunia, Universitas Pertamina terus menjajaki dan menjalin kerjasama dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri. Tercatat hingga tahun 2018, Universitas Pertamina sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah 90 mitra dalam dan 39 mitra luar negeri. Untuk mengapresiasi para mitra yang telah memberikan dukungan, Universitas Pertamina menggelar Malam Penghargaan yang diadakan pada hari Kamis (22/11) di Hotel Ambhara, Jakarta.


Adapun realisasi kerja sama yang telah tercapai antara Universitas Pertamina dengan industri diantaranya Pengembangan Green Coke sebagai Material Komponen untuk Lithium ion Battery (LIB), Penyelenggaraan Program Pelatihan Pengelolan Limbah B3 dan Limbah Padat Non-B3 dengan PT Pertamina (Persero), dan pemberian hibah software oleh PT Halliburton Indonesia dan PT Schlumberger Geophysics Indonesia. 

Selain itu, realisasi kerja sama dengan sejumlah institusi pemerintah daerah diantaranya Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Pelatihan Serah Terima Proyek, dan Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Studi Pengelolaan Sampah Terpadu dan Studi Pengolahan Air Limbah Batik. Universitas Pertamina juga menjalin kerja sama dengan asosiasi, seperti ASEAN Center for Energy terkait Feasibility Study of Eco-Energy Town in Indonesia. Dengan sesama perguruan tinggi, Universitas Pertamina juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri melalui program pertukaran pelajar. 

Rektor Universitas Pertamina, Akhmaloka, dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini merupakan  bentuk apresiasi Universitas Pertamina kepada seluruh mitra atas kerja sama yang telah dilakukan untuk memperkuat kemitraan strategis yang telah terjalin dengan baik selama ini.  

"Universitas Pertamina terus menjajaki kerja sama dengan sejumlah  perguruan tinggi, pemerintah, dan industri untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa. Sinergi antara perguruan tinggi dengan para stakeholders diharapkan dapat menjadi kunci sukses bagi Universitas Pertamina untuk mewujudkan entrpereneurial university,” imbuh Akhmaloka. 

Selain memberikan penghargaan kepada para mitra, pada acara tersebut, digelar pula diskusi panel bertema “Prospek Ekonomi Indonesia Tahun 2019” yang dirangkai dalam 3 (tiga) sesi. Sesi pertama dibuka oleh Enny Sri Hartati (Direktur Institute for Development of Economics and Finance) dan Moekti Prasetiani Soejachmoen (Head of Mandiri Institute) yang menyampaikan materi mengenai Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 melalui kacamata ekonomi makro. 

Sesi kedua diisi dengan pembahasan mengenai dampak guncangan global terhadap ketahanan energi dan perekonomian Indonesia serta strategi Indonesia dalam mencapai ketahanan energi nasional yang disampaikan oleh Saleh Abdurrahman (Sekretaris Jendral Dewan Energi Nasional) dan sesi ketiga pembahasan RAPBN 2019 di segi infratruktur yang disampaikan oleh Eka Pria Anas (Anggota Badan Pengatur Jalan Tol). Rangkaian sesi ditutup dengan pembahasan Outlook Ekonomi Indonesia tahun 2019 yang diisi oleh seluruh narasumber. RH