Sabtu, 24 November 2018

BBM Satu Harga Jangkau Titik ke-99 di Teweh Timur

Barito  Utara, OG Indonesia -- Dalam rangka melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 206 tentang Pemberlakuan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan secara nasional, pada Jumat (23/11) Anggota Komite BPH Migas, Henry Ahmad meresmikan Penyalur BBM Satu Harga ke-99 di Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.

Penyalur BBM Satu Harga (SPBU Kompak 66.783.003) yang beroperasi di Desa Benangin, Kecamatan Teweh Timur ini merupakan penyalur BBM Satu Harga kedua yang telah diresemikan di Kabupaten Barito Utara yang berjarak ± 37 KM dan berlokasi di Kecamatan Gunung Purei. SPBU Kompak di Desa Benangin ini melayani masyarakat sekitar dengan mendistribusikan Jenis BBM Tertentu (Solar) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (Premium) dengan harga yang sama dengan Pulau Jawa dan Pulau besar lainnya di seluruh Indonesia, yaitu Rp.6450/liter untuk Premium dan Rp. 5150/liter untuk Solar. 

Kapasitas storage yang dimiliki oleh SPBU Kompak ini adalah sebesar 5 KL untuk Jenis BBM Premium dan 5 KL untuk Jenis BBM Solar dengan mendapatkan suplai dari TBBM Banjarmasin yang berjarak ± 432 KM dengan jarak tempuh sekitar ± 18 jam menggunakan Truk Tangki melewati jalur darat.

Ditemui pada saat peresmian, Henry Ahmad mengatakan bahwa peresmian Penyalur BBM Satu Harga ini adalah salah satu bentuk perhatian Pemerintah yang begitu besar bagi masyarakat, yang sebelumnya harus mengeluarkan sekitar Rp 9000–Rp 10.000 untuk satu liter Premium dan Solar, sekarang bisa merasakan keadilan baik dari sisi ketersediaan hingga harga yang sama dengan Pulau lain di Indonesia. "Hal ini yang kami harapkan dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat sekitar menjadi lebih baik," ucap Henry.

Diungkapkan olehnya, pembangunan Penyalur BBM Satu Harga ini tidaklah mudah, karena banyak sekali kendala salah satunya adalah letak geografis yang mempengaruhi besaran 
ongkos angkut BBM ke lokasi. "Oleh karena itu kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan Pemerintah setempat untuk bahu membahu, saling membantu dalam menjaga agar Program BBM Satu Harga ini dapat tepat sasaran secara efektif juga secara efisien," ujarnya.

"Dan ingat jika terjadi penyelewengan ataupun pelanggaran dalam pengoperasiannya kami harap agar segera melapor kepada kami (BPH Migas) untuk segera kami tindak lanjuti. BPH Migas akan terus siap untuk mengawal Program BBM Satu Harga demi keadilan BBM di seluruh NKRI” tegas Henry.

Secara nasional, target Pemerintah dalam pelaksanaan Program BBM Satu Harga ini dari tahun 2017 hingga berakhir di tahun 2019 adalah membangun 160 penyalur di titik-titik yang tersebar di seluruh wilayah 3T di NKRI yang hingga saat ini telah diresmikan sebanyak 99 (termasuk SPBU Kompak 66.783.003) Penyalur dengan rincian sebanyak 94 Penyalur PT. Pertamina (Persero) dan 5 Penyalur PT. AKR Corporindo, TTbk. Selain di Kabupaten Barito Utara, pada Jumat kemarin juga diresmikan dua Penyalur BBM Satu Harga lainnya, yaitu di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. RH