Kamis, 27 Desember 2018

Pekerja Desak Pemerintah Serahkan Blok Corridor 100 Persen ke Pertamina

Arie Gumilar, Presiden FSPPB
Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Blok Corridor yang akan terminasi pada 19 Desember 2023, berdasarkan informasi yang diperoleh tampaknya akan tetap diserahkan pada kontraktor eksisting saat ini, yaitu Conoco Phillips (COPI) yang merupakan perusahaan asal negeri Paman Sam. Dikatakan oleh pihak pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), berdasarkan informasi yang beredar, keputusan pemberian kembali Blok Corridor pada COPI akan diputuskan dalam waktu dekat, dan Pertamina hanya akan diberikan PI (Participating Interest) sebesar 30%.

Menanggapi hal ini, Presiden FSPPB, Arie Gumilar, sangat kecewa dan menyatakan seharusnya blok tersebut diberikan pada Pertamina, sesuai dengan amanat UUD 1945 pasal 33. 

"Jika memang benar ada keputusan pemenangan kepada COPI tersebut, maka keputusan tersebut tidak sejalan dengan amanat hasil Judicial Review Permen 23 di MK, di mana Pertamina kembali diberikan prioritas utama untuk pengelolaan blok-blok terminasi," ucap Arie, Kamis (27/12).

Ditegaskan olehnya, Blok Corridor yang berada di kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, sangat vital buat Pertamina, utamanya untuk integrasi dengan Blok Rokan dan juga Kilang Dumai.

Sebagai mana diketahui kepemilikan COPI di Blok Corridor saat ini sebesar 54% dengan produksi hingga Semester I 2018, mencapai 840 MMSCFD dan 6600 BOPD dengan angka cadangan yang masih besar.

Dikatakan Arie, keputusan diberikannya kembali Blok Corridor kepada operator existing yang telah menguasai blok tersebut selama kurang lebih 50 tahun, berpotensi akan merugikan Negara dan memperlemah kedaulatan Energi

Karena itu FSPPB mendesak Pemerintah agar menyerahkab 100% Blok Corridor yang tercatat sebagai penghasil gas terbesar di Indonesia kepada Pertamina setelah habis masa kontraknya dengan COPI pada Desember 2023 mendatang. RH