Selasa, 01 Januari 2019

Jangkau 131 Titik, Program BBM Satu Harga Lampaui Target 2018

Jakarta, OG Indonesia -- Sampai akhir tahun 2018, pogram BBM Satu Harga yang dijalankan Pemerintah telah melampaui target. Dari target terbangunnya 130 titik penyalur BBM Satu Harga sampai akhir tahun 2018, berhasil terealisasi sampai 131 titik di seluruh wilayah Indonesia.

"Alhamdulillah dari target yang 130 lokasi dapat terlampaui. Sampai akhir tahun 2018 yang beroperasi justru sampai di 131 lokasi," kata Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa dalam konferensi pers di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (31/12).

Kebijakan BBM Satu Harga merupakan program Pemerintahan Jokowi-JK sejak tahun 2016 untuk memberikan energi berkeadilan kepada masyarakat. Program yang tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 36 Tahun 2016 ini bertujuan agar harga BBM dapat dirasakan dan dinikmati secara sama oleh seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang berada di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). 

Dengan program ini, maka harga jual resmi BBM jenis Bahan Bakar Penugasan (Premium/RON 88) menjadi sama sebesar Rp6.450 per liter, dan BBM jenis Bahan Bakar Tertentu (Solar) juga jadi sama Rp5.150 per liter hingga ke daerah-daerah pelosok Indonesia.

Contonya seperti di Papua yang wilayahnya sering menjadi sorotan lantaran harga BBM lebih tinggi ketimbang harga yang berlaku di Pulau Jawa dan wilayah lainnya yang bisa mencapai Rp40.000 hingga Rp100.000 per |iter. Dengan kehadiran BBM 1 Harga, masyarakat di Papua juga dapat merasakan harga BBM penugasan dan BBM Subsidi yang sama dengan daerah lainnya di Indonesia. 

Sampai akhir tahun 2018 sebanyak 131 titik lembaga penyalur yang berhasil dibangun yang tersebar di 131 Kecamatan, 90 Kabupaten, dan 26 Provinsi, di mana 122 penyalur dijalankan oleh PT. Pertamina (Persero) dan 9 penyalur oleh PT. AKR Corporindo, Tbk. 

131 Penyalur Program BBM 1 Harga ini tersebar di beberapa wilayah yaitu sebanyak 29 penyalur di Pulau Sumatera, 33 penyalur di Pulau Kalimantan, 14 penyalur di Pulau Sulawesi, 11 penyalur di Kepulauan Maluku dan Maluku Utara, 26 penyalur di wilayah Papua dan Papua Barat, 14 penyalur di Kepulauan NTB dan NTT, 1 penyalur di Pulau Bali, dan 3 penyalur di Pulau Jawa dan Madura. 

Realisasi Program BBM 1 Harga di tahun 2018 ini diproyeksikan dapat menjangkau sebanyak 421.955 Kepala Keluarga. Hal ini berarti BBM Satu Harga dapat dinikmati oleh kurang lebih 2 juta warga/penduduk Indonesia di berbagai wilayah 3T. 

Dikatakan  oleh Kepala BPH Migas, bahwa pihaknya bersama-sama Ditjen Migas dan Unit Kementerian ESDM lainnya, berupaya menjadi garda terdepan untuk mengawal amanat BBM Satu Harga agar terlaksana dengan maksimal, meskipun banyak kendala yang dihadapi dari kondisi geografis hingga akses dan perizinan di lokasi pembangunan lembaga penyalur BBM yang tidak mudah. 

"BPH Migas terus berupaya dan optimis bahwa target BBM satu harga sampai dengan 2019 sebanyak 160 lokasi akan tuntas sesuai waktu yang telah ditetapkan dengan sinergitas dan koordinasi Kementerian ESDM, Pemerintah Daerah, Kepolisian Republik lndonesia (POLRI) dan Badan Usaha pelaksana penugasan BBM 1 Harga yaitu PT. Pertamina (Persero) dan PT. AKR Corporindo," jelas Fanshurullah. RH