Selasa, 08 Januari 2019

Kendati Banyak Bencana, Posko Nasional ESDM Nataru Berjalan Baik

Foto: Hrp
Jakarta, OG Indonesia -- Kendati banyak bencana alam yang terjadi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah melaksanakan Posko Nasional ESDM Hari Raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru) dengan baik. Posko Nasional ESDM ini bertugas untuk menjaga pasokan BBM, gas, dan listrik, serta memantau kebencanaan geologi selama masa libur panjang Nataru, di mana Kepala BPH Migas ditunjuk menjadi Ketua Posko Nasional ESDM.

Dikatakan oleh Anggota Komite BPH Migas Hendry Ahmad, Posko Nasional ESDM Hari Raya Natal 2018 dan Tahun 2019 berlangsung selama 22 hari, yaitu sejak tanggal 18 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019. Walaupun selama masa Nataru sempat terdapat beberapa kejadian bencana di beberapa daerah, dari kejadian tsunami di Banten dan Lampung sampai longsor di Sukabumi, namun secara umum dikatakan Hendry pendistribusian BBM, gas, serta ketersediaan listrik masih berjalan baik.

Untuk kejadian tsunami di Selat Sunda, berdasarkan hasil pemantauan Posko Nasional ESDM, walau sempat berhenti sementara Pertamina tetap menjalankan operasional semua SPBU-nya di lokasi terdampak bencana. Di luar SPBU Pertamina, hanya ada 1 SPBN milik AKR di Sumur, Pandeglang yang terdampak tsunami dan belum beroperasi. Penyalur tersebut berjarak ± 18 KM dari SPBU Pertamina di Cibaliung.

"Memang ada sedikit dinamika karena adanya musibah gempa dan juga tsunami sehingga kita cukup kelabakan juga untuk memenuhi kebutuhan masyakarat untuk BBM, elpiji dan listrik," jelas Hendry dalam konferensi pers penutupan Posko Nasional ESDM di Gedung BPH Migas, Selasa (08/01).

Hendry pun menegaskan bahwa secara umum penyaluran BBM, gas, dan listrik secara nasional selama Nataru masih berjalan baik. "Untuk BBM itu lancar tidak ada masalah. Kalau sedikit ada masalah barangkali ada keterlambatan pengiriman Premium ke SPBU, tetapi Premium tetap ada setiap hari," kata Hendry.

Berdasarkan data BPH Migas, Coverage Day atau ketersediaan cadangan BBM per tanggal 7 Januari 2019 untuk jenis Premium bisa sampai 21 hari, Pertalite (22 hari), Pertamax/Akra 92 (26 hari), Pertamax Turbo (77 hari), Solar/Akrasol (24 hari), Dexlite (27 hari), Pertamina DEX (29 hari), Avtur (30 hari), dan Keluarga (79 hari).

Untuk penyalurannya, Premium meningkat sebesar 3,6% dibanding hari biasa atau Daily Objective Throughput (DOT), Pertalite turun 1,5% dari DOT, Pertamax/Akra 92 turun 2,7%, Pertamax Turbo RON 98 turun 7,7%, Solar/Akrasol turun 16%, Dexlite turun 53,2%, Pertamina Dex meningkat 4,7%, Kerosene turun 27,5%, dan Avtur turun 4,4%.

Sementara di bidang Gas, LPG mengalami penurunan penyaluran kepada Rumah Tangga sebesar 3,2% dibanding DOT. Stok LPG normal sebesar 396.587 MT dengan coverage day selama 19 hari. Rata-rata penyaluran LPG selama masa Posko Nataru sebesar 20.631 MT.

Sedangkan untuk kelistrikan nasional, secara umum berada pada kondisi aman. Di mana beban puncak mengalami penurunan pada tanggal 24 dan 25 Desember 2018, serta tanggal 31 Desember 2018 dan 1 Januari 2019. Kendati demikian, ada sistem kelistrikan mengalami pemadaman listrik bergilir (Sistem Kelistrikan Bima dan sistem kecil Manokwari), namun dapat diatasi oleh PT PLN (Persero) dengan memprioritaskan tempat-tempat ibadah dan perayaan natal, serta pusat-pusat keramaian tahun baru. RH