Sabtu, 05 Januari 2019

Lifting Migas 2018: Rokan Rajai Minyak, Gas Mahakam Melorot

Jakarta, OG Indonesia -- Sepanjang tahun 2018, Blok Rokan yang dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) masih menjadi kontributor terbesar untuk produksi serta lifting minyak nasional. Sementara untuk produksi dan lifting gas nasional, penyumbang terbesarnya adalah BP Berau dengan Blok Tangguh. Blok Mahakam yang kini dikelola Pertamina pun harus rela turun ke posisi ketiga penyumbang lifting gas terbesar, setelah sebelumnya pada tahun 2017 masih di urutan pertama.

"Chevron-Rokan itu 209,4 ribu barrel oil per day (bopd/bph) dengan realisasinya 98 persen dari target," ucap Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto tentang peraih lifting minyak terbesar selama tahun 2018, saat memaparkan pencapaian kinerja hulu migas di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (04/01).

Dipaparkan Dwi, di bawah CPI dengan Blok Rokannya, ada Mobil Cepu Limited dengan Blok Cepu. Anak usaha dari ExxonMobil ini berhasil meraih lifting sebesar 209,3 ribu barel per hari (bph) sepanjang tahun 2018. Besaran tersebut sekitar 102 persen dari target yang direncanakan.

Pada posisi ketiga penyumbang lifting minyak terbesar adalah Pertamina EP dengan 79.900 BPH atau sekitar 93 persen dari target yang dipasang di awal 2018. Kendati meleset, capaian tersebut lebih tinggi dari tahun 2017 yang liftingnya sebesar 77 ribu bph.

Sementara untuk lifting gas, dilanjutkan Dwi, BP Berau yang mengelola Blok Tangguh kini jadi produsen gas bumi terbesar di Indonesia dengan lifting 1.076 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Realisasi tersebut melebihi target sebesar 108 persen.

Pada peringkat kedua ada ConocoPhillips (Grissik), operator Blok Corridor yang berhasil meraih lifting sebesar 840 mmscfd atau 104 persen dari target di awal 2018.

Sementara Blok Mahakam yang kini dikelola oleh PT Pertamina Hulu Mahakam harus puas posisinya melorot ke peringkat tiga produsen gas terbesar di Indonesia. Lifting Blok Mahakam di tahun 2018 jeblok menjadi 832 mmscfd atau hanya berhasil meraih 75 persen dari target yang dipasang. Padahal di tahun 2017, Blok Mahakam masih jadi penyumbang lifting gas terbesar di Indonesia yaitu sebesar 1.286 mmscfd. RH