Bisnis Tanpa Modal Dengan Modal Ludah

Memulai Bisnis Tanpa Modal Dengan Modal Ludah, Why Not?

Memulai Bisnis Tanpa Modal Dengan Modal Ludah, Why Not? Tidak mesti kaya duluan baru kemudian Anda bisa memiliki sebuah bisnis. Apalagi harus menunggu warisan orang tua baru kemudian mewujudkan imipian menjadi seorang pengusaha. Menjadi seorang pengusaha adalah persoalan mental. Kebanyakan mereka tidak menyangka bahwa dirinya bisa kaya setelah awalnya menjadi pengusaha ecek-ecek. Tak lain karena mereka memiliki keuletan untuk berjualan.

Tidak mesti juga harus pintar menjual, kalau kenyataannya Anda adalah seorang yang merasa gengsian untuk menjual. Kelemahan saya sendiri adalah ketidakmampuan menjual apapun secara langsung kepada orang lain, kayaknya gengsi gitu! Hanya saja saya tidak kehabisan akal untuk mencari orang lain yang energik dan hobi ketemu orang untuk menjual produk milik saya. Pada awalnya saya juga mesti meyakinkan pemilik modal juga untuk membantu permulaan bisnis saya. Dan modal awal itu tak lain adalah ludah. Usulan bisnis yang diyakinkan dengan cara bercakap-cakap.

Nah, sekarang ini apapun saya jual, apapun itu! Sambil jalan saya belajar cepat bagaimana cara menjual yang bisa menyenangkan pembeli. Secepat ketika saya belajar mengendarai mobil langsung balapan pada jam berikutnya. Sambil jalan saja belajarnya dan hasil pun tidak kalah kok. Bayangkan bila saya tidak memulainya saat itu?

Artinya tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak bisa menjadi kaya karena tidak memiliki modal. Maaf kata, tidak sedikit orang yang menggunakan air liurnya untuk mencari nafkah hingga akhir hayatnya. Perhatikan saja cara para makelar, marketer, atau motivator ulung yang menggunakan lidahnya dan menghasilkan rupiah untuk dirinya.

ga ada modal

Nah, kalau kekurangan Anda dalam hal permodalan terbatas, sementara Anda memiliki keahlian bersilat lidah dengan langgam bahasa yang memikat. Percayalah pada saya bahwa itu bisa menjadi aset terbaik Anda. Bagaimana menggunakan kelebihan tersebut menjadi lebih dahsyat? Ya, praktikkan saja! Semakin sering Anda praktikkan maka akan semakin lancar dan piawai Anda melagukannya. Coba saja ungkapkan niat dan keyakinan Anda untuk memulai  bisnis kepada orang yang Anda anggap bisa membantu. Yakin dan percayalah dia pasti akan menolak Anda mentah-mentah. Kenapa? Karena Anda baru saja memulainya dan belum begitu santai untuk menyampaikannya.

Tapi yakinkan diri sendiri bahwa Anda akan berhenti setelah mendapatkan apa yang Anda harapkan. Aburijal Bakrie memang dilahrikan sebagai anak orang kaya, tetapi dia juga pernah merasakan bagaimana rasanya lebih miskin dari karyawannya sendiri. Karena karyawannya tidak memiliki utang segunung karena bisnisnya dihantam badai krisis ekonomi 1998. Bisnisnya yang di bangun dari pondasi utang, menjadi bola api liar yang membakar lumbung padinya karena nilai mata uang rupiah rontok dan bunga perbankan meroket ke angkasa.

Baca Juga Contoh Usaha Kecil-Kecilan

Apa yang dilakukan Bakrie saat itu? Dia mendatangi 199 bank di seluruh dunia untuk membantunya agar bisnisnya tidak lenyap. Lembaga keuangan atau bank yang ke-200 akhirnya bersedia membantu memecahkan permasalahannya. Bahkan saat blog ini diluncurkan Aburizal Bakrie sedang menghadapi tsunami kedua dalam kehidupan bisnisnya. Tapi saya yakin dan percaya orang ini akan keluar sebagai pemenang nantinya. Semangat inilah yang kita butuhkan untuk terus merangsek maju.

Jangan sampai Anda seperti orang yang memiliki rumah mewah tetapi tidak mampu membayar listrik,

Mempunyai mobil bagus tetapi tidak sanggup membeli bensin,

Menjalani gaya hidup mentereng tapi isi dompet nol,

Semata-mata karena malas memberdayakan isi kepala sendiri. – Bunda Salamah Pasaribu