Mental Sukses dan Kebiasaan Orang Sukses

Mental Sukses dan Kebiasaan Orang Sukses : Mental Juara Adalah Kunci Untuk Meraih Kesuksesan Berbisnis

OG-Indonesia.com – Mental Sukses dan Kebiasaan Orang Sukses ialah Mental Juaralah Kuncinya. Tiada ada satupun juara tinju yang bangun tidur langsung bertinju dan menjadi juara dunia. Untuk mencapai gelar kebanggaan tersebut seorang petinju mesti latihan memukul dan menerima pukulan. Itupun belum cukup, mentalnya juga harus sekeras karang. Kalau mentalnya belum bagus, dia wajib memperbaiki mentalnya duluan untuk bisa meraih juara. Tanpa mental juara maka dirinya akan menjadi samsak empuk bagi musuhnya. Sudah digebukin, kalah pula.

Begitupula untuk menjadi seorang pengusaha handal, di depan mata sudah banyak halangan (obstacle) yang siap menanti. Ancaman gulung tikar, tertipu, beli kemahalan jual kemurahan, stok barang menumpuk dan membusuk, produk ditolak (reject) atau produk dikembalikan (retur), kehabisan modal, karyawan kabur bawa duit, dan banyak lagi penyebab mengerikan yang bisa ditambahkan. Nah, apakah dengan segala halangan itu Anda mesti menyerah. Oh, tidak! Dan sialnya saya sudah mengalami semuanya.

Baca juga artikel ini Memulai Bisnis Dengan Modal Ludah, Why Not?

Ajaklah selalu otak untuk berpikir mencari jalan keluarnya. Kalau otak sering-sering diajak berpikir (fitness otak), maka otak Anda pun akan berotot. Setidaknya untuk setiap permasalahan yang bisa diatasi maka permasalahan serupa yang mirip-mirip sama juga akan mudah diatasi. Entah mengapa otak manusia dirancang untuk bisa menyelesaikan masalah apapun. Ingat lho, memecahkan masalah apapun!

Artinya apapun itu sesungguhnya bukan menjadi halangan bagi siapapun untuk sukses berbisnis. Saat krisis ekonomi 98′ menerjang Indonesia. Nyaris semua pengusaha terpukul dan merasakan dampak yang menyakitkan. Tetapi pengusaha-pengusaha tulen yang bisnisnya tidak bersentuhan dengan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), bisa lolos dari jepitan krisis.

Bahkan sekarang mereka menjadi pebisnis-pebisnis handal di bidangnya. Sebab mereka selalu panjang akal, mencari jalan ke luar, bagaimana caranya bisa keluar dari lubang semut. Bakrie misalnya berhasil merestrukturisasi utangnya yang setinggi langit menjadi saham (debt to equity swap), setelah ekonomi membaik dan nilai asetnya meningkat dia pun membeli kembali sahamnya. Begitupula Trump, Ciputra, dan pebisnis besar lainnya, saat ekonomi mulai pulih mereka pun kembali menjadi kaya-raya. Nah, banyak juga pengusaha yang pasrah, akhirnya innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Bukannya mencari solusi, mereka malah kabur atau menggali pelan-pelan lubang kuburnya sendiri.

Kompetisi Itu Sehat

kompetisi bisnis

Sambil jalan dengan langkah gontaim seorang peragu yang lapar menemukan seonggik benda misterius di samping sebuah warung pisang goreng. Dia masih bingung memutuskan apakah itu seonggok kotoran manusia ataukah sepotong pisang goreng yang tergeletak begitu saja? Karena warna dan teksturnya kurang lebih hampir mirip, pikirnya.

“Akhh… itu pasti kitiran manusia, tapi kok mirip pisang goreng, ya?” pikirnya lebih keras sambil mendekati benda membingungkan tersebut.

Dia pun semakin ragu apakah benda itu pisang goreng atau bukan. “Aku yakin ini pasti kotoran!” jawabnya sendiri meyakinkan hatinya.

Sambil menjulurkan ujung telunjuknya, pikirannya pun terus saling berdebat, “Ini pastilah kotoran!”

Dan jarinya pun menyentuh benda dingin yang empuk itu. Dengan wajah bodoh dia pun melepaskan rasa penasarannya dengan mendekatkan ujung telunjuk jarinya ke hidung dan mencium ujung jarinya, “Tuh, benar kan, bukan pisang goreng!”

Tidak ada keberhasilan yang diperoleh dengan sebuah kebetulan belaka. Semuanya direncanakan dengan sepenuh hati dan bukan turun begitu saja dari langit. Bahkan harus gesit untuk mendapatkannya. Saya ingat betul seorang ustadz mengatakan dalam sebuah ceramahnya bahwa seorang Alim yang terus beribadah 24 jam sehari terus menerus sepanjang tahun kepada ALLAH tanpa peduli dengan hal lainnya, tidaklah hidupnya lebih baik dari orang yang melakukan ibadah sekali sekali. Jangan pernah bermimpi sekarung emas berlian langsung jatuh dari langit ke depan batang hidungnya saat berdoa. Allah memberikannya dalam bentuk yang lain. Berdoa itu bagus, tetapi itu tidak cukup, kita tetap harus berusaha.

Hidup senantiasa penuh dengan kompetisi. Hampir semua sisi kehidupan diwarnai dengan kompetisi. Yang menang akan bertahan dan mendapatkan segalanya, sementara yang kalah mesti ke luar arena dan gigit jari. Kompetisi yang sehat akan menghasilkan juara-juara yang tangguh. Tidak hanya di tingkatan lokal, kompetisi bahkan melebar ke tingkat yang lebih luas.

Mental Sukses dan Kebiasaan Orang Sukses juga dibangun dari Kompetisi yang akan menghasilkan mental-mental juara. Kalaupun kompetisi itu tidak dibuat secara formal, pengusaha bisa melatih dirinya untuk berkompetisi dengan membuat produk yang bagus, bermanfaat, dan dibutuhkan dengan harga yang masuk akal, bukan produk asal-asalan! Termasuk menghasilkan blog ini lho. Karena blog ini diketik dengan sepenuh hati bahkan anak yatim piatu dan kaum dhuafa di sekitar rumah saya juga menikmati hasilnya.

Pengusaha juga melecut dirinya untuk mempercepat pemasukan keuntungan dibandingkan kecepatan membayar cicilan utangnya dan pantang menyerah walaupun telah gagal mencoba, Nah, mental baja untuk selalu menyelesaikan masalah adalah mental seorang juara.

Indonesia sebenarnya memiliki sumber daya manusia yang luar biasa. Lihat saja, tak terhitung berapa kali siswa-siswi SMU Indonesia berhasil menjuarai olimpiade dunia dalam bidang fisika, kimia, atau matematika. Dengan kesulitan soal-soal setingkat pelajaran doktor atau profesor. Artinya yang pintar-pintar lainnya juga pasti tidak sedikit. Pertanyaannya, di manakah mereka suatu saat nanti? Sangat disayangkan bila nasib mereka akan berakhir sebagai kuli.

Baca Juga Mindset Entrepreneur Sukses

Banyaknya orang yang memenuhi seminar-seminar bisnis dan kewirausahaan. Mereka begitu antusias, semangat, dan bergairah. Namun saat harus melakukan action, hanya segelintir saja yang tersisa. Ada yang takut keluar dari zona nyaman (comfort zone), sebagian besar takut dimarahi istrinya. Tak lain karena mental, belum bertanding sudah KO duluan. Saya pernah mendengar ustadz Solmed menyambung perkataan Nabi yang mengatakan bahwa, “9 dari 10 pintu rezeki itu berasal dari dunia bisnis, selebihnya ya jawab sendirilah.”

Anda sendiri pun sebenarnya sudah tahu penyebabnya kenapa kebanyakan orang Indonesia masih enggan untuk masuk ke dunia usaha. Selain karena tidak ada kepastian, berisiko, atau gengsi, persoalan yang paling mendasar adalah masalah pola pikir (mindset). Mereka lebih memikirkan apa kata orang, padahal sebenarnya orang lain pun tidak peduli dengan yang terjadi terhadap Anda.

 Langsung Nyemplung

nyemplung

Agar lebih percaya diri, sebaiknya seorang pengusaha memahami betul apa yang akan dilakukannya. Tidak ada salahnya bila ia terjun langsung untuk merasakan greget dan atmosfir pekerjaannya. Bukan berarti seorang pengusaha langsung seenaknya saja merasakan ngeboss. Nah, memahami bagaimana urat nadi bisnisnya bergerak, menjadi alasan bagus bagi Anda untuk memenangkan persaingan. Semakin Anda memahami bisnis sendiri, maka Anda pun akan semakin perca diri.

Dalam sebuah seminar, Bob Sadino menjadi pembicara kunci. Tanpa aba-aba dia melemparkan sebuah pertanyaan ringan, “Siapa yang ingin sukses seperti saya?” Kontan semua peserta yang hadir gemuruh dan menyebutkan sebuah kata ajaib, “SAYA, SAYA, SAYA…”

Pertanyaan kedua yang tak terduga juga lepas dari mulutnya, “Yang mau sukses seperti saya, silahkan copot almamater kalian dan berhenti kuliah mulai besok. Kalian bisa ikut belajar dengan saya.” Pertanyaan itu begitu simpel dan membuat seluruh peserta tertawa-tawa. Tanpa disadari seluruh peserta itu menertawakan dirinya sendiri.

Menurut saya sih lebih bagus selesaikan saja dulu kuliahm setelah itu berbisnis. Tapi lebih bagus lagi bila sambil kuliah, coba juga berdagang sambil mengasah kemampuan menjual dan membeli, kemampuan menawar, dan marketing. Karena teman-teman kuliah juga bisa dijadikan pasar produk Anda. Sambil juga mempelajari perilaku manusia dalam berbisnis, meskipun masih kelas kecil-kecilan. Dari kecil-kecilan itulah nantinya mental berbisnis Anda akan terasah menjadi tajam setajam silet.

Orang Jepang meski kalah telak dalam perang dunia kedua. Tetapi mereka juara dalam hal sains dan teknologi, khususnya produk otomotif dan elektronik. Bagaimana dahsyatnya bom nuklir hingga dua kali membumihanguskan Hiroshima dan Nagasaki, tetapi mereka bangkit bahkan menjadi juara. Hampir semua produk elektronik di rumah Anda bermerek made in Japan atau China, cek saja kalau tidak percaya!

Pencipta Google.com, Larry Page dan Sergei Brin adalah tipe anak mudah yang pantang menyerah untuk membesarkan bisnis websitenya. Begitu pula pencipta Yahoo.com, Jerry Yang dan David Filo, anak-anak muda yang tidak mau mengalah, keras kepala, dan terus bertarung hingga akhirnya menghasilkan miliaran dolar. Mungkin mereka ketinggian untuk dibahas, tidak sedikit juga pengusaha setingkat lokal tapi akhirnya sukses juga karena awalanya langsung nyemplung dalam dunia usaha.

Banyak orang-orang yang kelihatannya seperti orang kaya, padahal hanya tampilan luarnya saja. Menggunakan sepatu dan jas terbaik sebagai gaya hidupnya, tetapi jauh lebih bagus lagi bila Anda membangun mental juara dari dalam diri sendiri duluan untuk menjadi orang kaya. nanti kita akan kupas, bagaimana mengubah mindset menjadi orang kaya dan bertindak seperti orang kaya, sabar ya.

Baca Juga Biaya Produksi dalam Perusahaan Kacaukan Uang Kas

Pantang Menyerah

Kalau kenal Indiana Jones, sudah semestinya Anda mengenal juga Mel Fisher, san pencari harta karun yang kisahnya tidak akalah seru. Pencari harta karun adalah pekerjaan paling berbahaya, membutuhkan kesabaran tinggi, dan tidak pasti. Hanya sifat pantang menyerah saja yang membuat mereka bertahan dengan tekadnya.

Setelah puluhan tahun mencari literatur jalur pelayaran kapal-kapal dagang pembawa emas yang karam di lautan, menyelam ribuan titik-titik mencurigakan, hingga kehilangan putra kandungnya sendiri. Akhirnya usahanya berbuah hasil setelah menemukan sebuah kapal Spanyol, Senora de Atocha, yang karam akibat topan badai di florida pada tahun 1622.

Dari bangkai kapal tersebut ditemukan 2,5 ton bongkahan emas dan perak, 150 ribu koin emas, dan benda-benda berharga lainnya. Diperkirakan harta karun tersebut berharga setengah miliyar dolar. Wow! Itulah hasil keteguhan hati selama puluhan tahun karena pantang menyerah dengan apa yang diyakininya.

Dalam perjalanan saya merintis usaha menjadi pengusaha, tak terhitung berapa kali saya berada di tepi jurang yang dalam. Bahkan sebuah tiupan angin sekalipun bisa melemparkan saya ke bawah sana. Saya menangis dalam hati kok bisa jadi seperti ini ya, tapi saya tetap kuat dengan tekad saya semula. Masih jauh lebih sakit kalau saya kembali menjadi miskin. Karena niat saya begitu jernih dan isi kepala saya tidak kotor. Entah mengapa saat-saat genting itu akhirnya bisa saya lalui.

Bagaimana caranya?

Saya selalu mencari tahu apa penyakitanya (masalahnya) dan mencari obatnya. Tentu saja sebuah doa ajaib juga membantu saya. Doa yang luar biasa, yang saya temukan secara tak sengaja. Namun setelah membaca artinya saya yakin sekali bahwa itu adalah bahasa dari langit, bahasa Tuhan. Begitu pas kata-katanya bagi saya yang sedang dirundung masalah. Kalau dibaca dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, doa itu bekerja dengan cepat sekali, sungguh!

Saya cantumkan di artikel lain doanya agar Anda bisa memilikinya juga. Tentu saja saya juga terus berusaha untuk menyelesaikan masalahnya dengan melakukan banyak alternatif jalan keluar. Dan hasilnya di dengar oleh Allah melalui doa tersebut.

Robert Kiyosaki dalam bukunya mengatakan bahwa jangan setengah-setengah untuk mendapatkan sesuatu, apalagi untuk menempati tempat teratas. Membangun mental pemenang adalah kata kuncinya. Jangan asal-asalan saja mencoba setelah itu kabur, itu namanya tidak bertanggung jawab. Teorinya sih terlihat gampang tetapi bisa kita lakukan dari hal-hal kecil tapi tidak setengah-setengah. Hasilnya pun tidak setengah-setengah.

Mental Sukses dan Kebiasaan Orang Sukses dalam artikel ini semoga bermanfaat ya !