Industri Biogas Ingin Lebih Berkontribusi dalam Bauran Energi

Industri Biogas Ingin Lebih Berkontribusi dalam Bauran Energi

Jakarta, OG Indonesia — Sebagai energi terbarukan, biogas sangat potensial untuk dikembangkan karena produksi biogas bisa didapat dari bahan organik yang tersebar dan melimpah di berbagai wilayah Indonesia. Mulai dari limbah peternakan, limbah pertanian, limbah perairan, limbah industri, limbah industri, limbah sampah organik, dan limbah manusia potensial dikembangkan sebagai energi biogas.

Trio Chadys, Sekjen Asosiasi Biogas Indonesia mengatakan, porsi penggunaan biogas saat ini masih sangat kecil dalam bauran energi namun cukup potensial untuk terus ditingkatkan. “Kami saat ini dalam tahap mengusahakan supaya biogas ini dapat lebih diperhatikan baik oleh pemerintah dan perusahaan terkait sehingga dari target 25 persen (EBT) pada tahun 2025 kami (biogas) bisa berkontribusi lebih banyak,” kata Trio di acara ‘3rd Biogas Indonesia Forum 2016’ di Jakarta, Rabu (23/03).

Diterangkan olehnya sumbangsih biogas dalam bauran energi masih sangat kecil. Karena itu usulan mengembangkan usaha biogas lewat skema usaha berkelompok atau clustering mengemuka pada saat ini. “Jadi dikelompokkan PKS-PKS (Pabrik Kelapa Sawit)  yang berdekatan, kemudian dibangun PLTBG atau pembangkit listrik tenaga biogasnya. Kemudian listriknya disatukan dan dijual ke PLN menjadi satu kesatuan. Jadi enggak satu, satu, satu menjual sendiri ke PLN dengan masing-masing PPA,” paparnya sembari mencontohkan pengembangan usaha biogas dari limbah kelapa sawit.

Asosiasi Biogas Indonesia diterangkan Trio baru saja berdiri pada Desember 2015 lalu dan saat ini menghimpun sekitar 100 anggota dari perusahaan sampai individu. Trio berharap ada perbaikan harga jual listrik dari biogas kepada PLN karena harga yang diatur dalam Permen ESDM No.27 tahun 2014 masih kurang menarik. “Kalau keluar yang baru tentu kami sangat gembira,” ucapnya.

Di samping harga yang menarik, Asosiasi Biogas Indonesia juga mengharapkan kemudahan dari sisi perpajakan sampai urusan yang terkait impor peralatan untuk usaha biogas seperti peralatan untuk gas engine dan yang terkait dengan listrik. “Jadi kami ingin industri biogas ini lebih dikenal lah dan bisa lebih berkontribusi,” pungkasnya. RH