Pembangunan PLTP Lahendong Unit 5 dan 6

Pembangunan PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 Sudah 54,63%

Jakarta, OG Indonesia — PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan sumber energi terbarukan. Hal ini dibuktikan dengan proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dilakukan PGE di daerah Tompaso – Sulawesi Utara lebih cepat dari target yang ditentukan.

PGE Area Lahendong merupakan wilayah WKP milik PGE  yang mengoperasikan pemanfaatan panas  bumi pada Area Geothermal di daerah Lahendong-Tomohon. Setelah mengembangkan dan mengoperasikan PLTP Unit 1,2,3 dan 4 dengan kapasitas masing-masing unit sebesar 20 MW yang dilakukan bertahap sejak 2001 hingga 2011, mulai 2015 lalu PGE Area Lahendong memulai pengerjaan pembangunan PLTP Unit 5 & 6 dengan kapasitas 2 X 20 MW.

“Lahendong 1-4 memasok sekitar 40% kebutuhan listrik di Sulawesi Utara dan kami komit untuk terus meningkatkan pasokan listrik panas bumi melalui proyek-proyek baru, yaitu Lahendong unit 5 dan 6. Hingga akhir Februari tingkat kemajuan proyek telah mencapai 54,63% atau lebih cepat sekitar 2-3 bulan dari rencana,” ungkap Dirut PGE Irfan Zainuddin dalam siaran pers yang diterima OG Indonesia di Jakarta, Rabu (09/03).

Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng yang berkunjung ke lokasi proyek di Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa yang berjarak sekitar 24 km dari Kota Tomohon itu mengatakan percepatan pembangunan PLTP di Sulut sangatlah penting untuk pemenuhan kebutuhan listrik Sulut dimana saat ini Sulut masih mengalami defisit suplai listrik. Penambahan suplai listrik sebesar 2 X 20 MW dari PLTP Unit 5 & 6 ini tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Sulut mengingat saat ini masih terdapat daerah-daerah di Sulut yang belum teraliri listrik.

PLTP Unit 5 & 6 merupakan Total Project dengan total investasi sebesar US$282,07 juta dimana sejak tahap eksploitasi panas bumi hingga pembangkitan listrik dilakukan oleh PGE. Listrik yang diproduksi akan disalurkan kepada PT PLN (Persero). RH